Makalah Psikoterapi dan Konseling Dalam Perspektif Islam
MAKALAH
PSIKOTERAPI ISLAM
“PSIKOTERAPI DAN KONSELING DALAM PERSPEKTIP ISLAM”
Dosen pengampu:
DR H. Hasbullah Ahmad, MA
Disusun Oleh:
NADIA (UB.160232)
NELISA (UB.160233)
FAKULTAS DAKWAH
JURUSAN BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI TAHUN 2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikakan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kehadirat beliau Nabi Agung Muhammad SAW, sebagai nabi pembawa risalah demi kerahmatan seluruh alam serta syafa’atnya yang kita nantikan kelak di yaumil qiyamah, Amien.
Dengan ini penulis sadari bahwa penulisan makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran dari semua pihak penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Harapan penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca umumnya, Amien Ya Robbal Alamin.
Jambi, 04 maret 2019
Penyusun
penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...........................................................................................
DAFTAR ISI.........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang..................................................................................................
B. Rumusan Masalah.............................................................................................
C. Tujuan................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
Psikoterapi dan konseling dalam perspektif islam................................................
Pengertian psikoterapi...............................................................................
Bentuk dan tehnik psikoterapi dalam islam..............................................
psikoterapi dalam al-qu’an dan hadist......................................................
BAB III PENUTUP
Kesimpulan................................................................................................
Daftar pustaka........................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Psikoterapi adalah pengobatan alam pikiran, tepatnya pengobatan atau perawatan gangguan psikis melalui metode psikologis. Tujuan dari psikoterapi ini untuk membantu individu dalam mengatasi gangguan emosionalnya dengan cara memodifikasi perilaku, pikiran dan emosi, sehingga individu tersebut mampu mengembangkan dirinya dalam mengatasi masalah psikisnya.
Dalam islam, psikoterapi adalah sebagai proses penyembuhan, pencegahan, pemeliharaan maupun pengembangan jiwa yang sehat dengan melalui bimbingan Al-Quran dan As-Sunnah Nabi Muhammad SAW. Tujuan dari psikoterapi islam sendiri untuk menyehatkan hidup baik jasmani maupun rohani, dan memiliki jiwa sehat dalam perspektif yang lengkap dan komprehensif.
Psikoterapi islam sangat menekankan pada usaha peningkatan diri, seperti membersihkan kalbu, menguasai pengaruh dorongan primitive, meningkatkan derajat nafs, menumbuhkan akhlakul karimah dan meningkatkan potensi untuk menjalankan amanah sebagi hamba Allah dan Khalifah di muka bumi (Mapire 1996,dalam Subandi 2000). Psikoterapi islam bertujuan untuk mengembalikan pribadi seseorang kepada fitrahnya yang suci atau kembali ke jalan yang lurus.
Rumusan masalah
Apa pengertian psikoterapi?
Sebutkan bentuk dan tehnik psikoterapi dalam islam?
Sebutkan psikoterapi dalam al-qur’an dan hadist?
Tujuan
Mengetahui pengertian psikoterapi
Mengetahui bentuk dan tehnik psikoterapi dalam islam
Pmengetahui psikoterapi dalam al-qur’an
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Psikoterapi
Psikoterapi (psychotherapy) adalah pengobatan alam pikiran, atau lebih tepatnya, pengobatan dan perawatan gangguan psikis melalui metode psikologis. Istilah ini mencakup berbagai teknik yang bertujuan untuk membantu individu dalam mengatasi gangguan emosionalnya dengan cara memodifikasi perilaku, pikiran dan emosinya, sehingga individu tersebut mampu mengembangkan dirinya dalam mengatasi masalah psikisnya.
Salah satu psikoterapi islam ini dengan metode psikoterapi Al-Qur’an, tahap perlakuan terhadap Al-Qur’an dapat mengantarkan pasien kealam yang dapat menenangkan dan menyejukkan jiwanya. Sepertimana Allah Swt berfirman dalam (Qs. Al-isra’ ayat 82).
((((((((((( (((( ((((((((((((( ((( (((( (((((((( (((((((((( (((((((((((((((( ( (((( ((((((( ((((((((((((( (((( (((((((( ((((
82. Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
H. Fuad Anshory berpendapat psikoterapi islam adalah upaya penyembuhan jiwa (nafs) manusia secara rohaniah yang didasarkan pada tuntutan Al-Quran dan Hadist, dengan metode analisis esensial, empiris serta ma’rifat terhadap segala yang tampak pada manusia. Psikoterapi islam juga dapat diartikan sebagai upaya mengatasi beberapa problem kejiwaan yang didasarkan pada pandangan agama islam. Psikoterapi islam bahwa keimanan dan kedekatan terhadap Allah akan menjadi kekuatan yang sangat berarti bagi kebaikan problem kejiwaan manusia. Psikoterapi Islam tidak semata-mata membebaskan orang-orang dari penyakit, tetapi juga perbaikan kualitas kejiwaan seseorang.
Bentuk dan tehnik Psikoterapi Islam
Bentuk psikoterpi islam
Menurut Muhammad Mahmud seorang psikolog muslim ternama, membagi psikoterapi islam dalam dua katergori. Pertama bersifat duniawi, yaitu berupa pendekatan dan tekhnik-tekhnik pengobatan psikis setelah memahami psikopatologi dalam kehidupan nyata. Psikoterapi duniawi merupakan hasil daya upaya manusia berupa tekhnik-tekhnik terapi atau pengobatan kejiwaan yang didasarkan atas kaidah-kaidah insaniyah.
Kedua bersifat ukhrawi, berupa bimbingan mengenai nilai-nilai moral, spiritual dan agama, dan kedua modal psikoterapi ini satu sama lain saling terkait.
Tekhnik Psikoterapi Islam
Tekhnik-tekhnik psikoterapi dalam islam yang dapat menyembuhkan semua aspek psikopatologi baik yang bersifat duniawi, ukhrawi maupun penyakit manusia modern adalah sebagaimana ungakapan dari Ali bin Abi Thalib obat hati yang lima macam, dijelaskan sebagai berikut :
Membaca Al-Quran dan memahami makna dari setiap ayat
Dalam agama islam, Al-Quran merupakan suatu terapi yang pertama dan paling utama. Hal ini dikarenakan didalam Al-Quran terdapat rahasia mengenai bagaimana menyembuhkan penyakit jiwa manusia. tingkat kemujarabannya tergantung kepada seberapa jauh tingkat sugesti keimanan seseorang. Sugesti yang dimaksudkan dadapt diraih dengan mendengar, membaca, memahami dan merenungkan, serta melaksanakan isi kandungannya.
Sholat Malam (Qiyamul Lail)
Melukan sholat malam (Qiyamul Lail) memiliki keampuhan yang sangaT berkaitan dengan sholat wajib, sebab kedudukan terapi shalat sunnah hanya menjadi suplemen bagi terapi sholat wajib. Adapun hikmah dari pelaksanaan sholat malam (shalat tahajud) adalah sebagai berikut :
Berkumpul dengan orang-orang shalih
Orang shalih adalah orang yang mampu mengintegrasikan dirinya dan mampu mengaktualisasikan potensi dirinya semaksimal mungkin dalam berbagai dimensi kehidupan. Jika seseorang dapat bergaul dengan orang shalih maka nasihat-nasihat dari orang sholeh tersebut akan dapat memberikan terapi atau penyakit mental seseorang
Berpuasa
Puasa disini adalah menahan diri dari segala perbuatan yang dapat merusak citra fitrah manusia.
Berdzikir (mengingat Allah SWT)
Dalam arti sempit dzikir berarti menyebutkan asma-asma agung dalam berbagai kesempatan. Sedangkan dalam arti yang luas, dzikir mencakup pengertian mengingat segala keagungan dan kasih sayang Allah SWT yang telah diberikan kepada kita, sambil mentaati segala perintahnya dan menjauhi larangannya. Dzikir dapat mengembalikan kesadaran seseorang untuk mengingat, menyebut dan mereduksi kembali hal-hal yang tersembunyi dalam hatinya. Dzikir juga mampu mengingatkan seseorang bahwa yang membuat dan menyembuhkan penyakit hanyalah Allah SWT semata, sehingga dzikir mampu memberi sugesti penyembuhan. Melakukan dzikir sama nilainya dengan terapi relaksasi
C. Psikoterapi dalam al-qur’an dan hadist
PSIKOTRAPI DALAM AL-QUR’AN
Banyak ayat Al Qur'an yang mengisyaratkan tentang pengobatan karena Al Qur'an itu sendiri diturunkan sebagai penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang mukmin . Segala bentuk terapi yang menggunakan media atau digali dari Al-Qur’an misalnya seperti : ruqyah, dzikir, doa dan sholat.
Ruqyah
Definisi psikoterapi ruqyah adalah proses pengobatan dan penyembuhan suatu penyakit, apakah mental, spiritual, moral maupun fisik dengan melalui bimbingan Al-Qur’an dan As-Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan kata lain psikoterapi ruqyah berarti suatu terapi penyembuhan dari penyakit fisik maupun gangguan kejiwaan dengan psikoterapi dan konseling Islami dan menggunakan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an dan do’a-do’a Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dzikir
Secara harfiah dzikir berarti ingat. Dalam hal ini yang dimaksud adalah ingat pada Allah.Ada banyak bentuk amalan dzikir, salah satunya adalah membaca ayat-ayat suci Ak-Qur’an. Dengan berdzikir hati menjadi tenang sehingga terhindar dari kecemasan . Al-Qur’an sendiri menerangkan hal ini dalam surat Ar Ra’d ayat 28 yang berbunyi:
Artinya: “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS.Ar Ra’d : 28)
Do’a
Dalam Al-Qur’an juga terdapat bacaan yang mengandung ayat-ayat berupa do’a yang disebut dengan do’a Qur’ani. Hawari (dalam perkawinan dan keluarga,1997) mengatakan do’a dalam kehidupan seseorang muslim menempati posisi psikologis yang strategis sehingga bisa memberi kekuatan jiwa bagi yang membacanya. Do’a mengandung kekuatan spiritual yang dapat membangkitkan rasa percaya diri dan optimisme yang keduanya merupakan hal yang mendasar bagi penyembuhan suatu penyakit. Dengan berdo’a, ibadah mempunyai roh dan kerja atau amal memiliki nilai modal spiritual.
Dalam Al-Qur’an banyak diutarakan ayat-ayat mengenai obat (syifa’un) bagi manusia yang disebut dalam Al-Qur’an, diturunkan untuk mengobati jiwa yang sakit, seperti (QS. Yunus: 57) berikut :
((((((((((( (((((((( (((( ((((((((((( (((((((((( (((( ((((((((( (((((((((( (((((( ((( (((((((((( ((((((( (((((((((( (((((((((((((((( ((((
57. Hai manusia, Sesungguhnya Telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
sholat
Menurut al-Qur'an al-Karim, shalat adalah satu-satunya cara untuk membersihkan jiwa dan raga manusia. Shalat adalah merupakan salah satu ibadah yang menuntut gerakan fisik. Di dalam shalat ada 3 aspek yaitu fikiran, perkataan dan tindakan. Melaksanakan shalat tepat waktu dan ikhlas dapat menumbuhkan kedisiplinan. Sebelum melakukan shalat, terlebih darhulu harus dibersihkan dari kotoran jasmani dan dapat mengkonsentrasikan pikiran pada Allah, selain itu, dalam gerakan shalat juga dapat membantu menyehatkan tubuh (fisik), karena sama dengan senam, sehingga dapat mencegah dan dapat sebagai penyembuh.
Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis penyakit.
PSIKOTERAPI MENURUT HADIS ROSULLULLAH SAW
Psikoterapi dengan Iman
Tidak diragukan lagi bahwa iman dapat memperkuat sisi ruhaniah manusia. Kekuatan memberikan energy ruhani yang mencengangkan dan bahkan dapat berpengaruh pada kekuatan fisik manusia
Bagaimana energy ruhani Rasulullah Saw. ketika bergaul dengan para sahabat, perhatikan kesan sahabat Hanzhalah dan sahabat lainnya ketika setiap kali mereka berjumpa dan bersama beliau dalam hadis yang terjemahnya sebagai berikut: “Ya Rasulullah jika kami bersamamu, kami selalu diingatkan akan neraka dan surga seperti kami melihatnya dengan mata kepala kami sendiri.
Iman adalah sumber ketenangan batin dan keselamatan kehidupan, karena substansi dari beriman adalah sikap ikhlas mendefinisikan semua kebaikan sebagai ibadah, sebagai bukti iman selalu bergantung kepada-Nya dan ridho terhadap qadha dan qadar Allah SWT.
Psikoterapi dengan ibadah
Melaksanakan ibadah yang diwajibkan Allah seperti sholat, haji, dan zakat dapat membersihkan dan menyucikan jiwa serta membeningkan hati.
Beribadah dapat menghapus dosa dan membangkitkan harapan mendapat ampunan Allah dalam diri manusia. Selain itu, beribadah juga menguatkan harapan masuk surga serta menimbulkan kedamayan dan ketenangan. Abu Daud’ meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Ada lima perkara yang barang siapa bersabar atasnya disertai iman, ia akan masuk surga. Barang siapa memelihara solat lima waktu dengan wudu’ ruku’ sujut berikut waktu-waktu nya, berpuasa romadhan, pergi haji jika sanggup, mengeluarkan zakat sebagai penyuci diri nya dan menunaikan amanat.” (HR Abu Dawud).
Dari hadis di atas mengandung pelajaran bahwa iman kepada Allah dan mendekat kan diri kepadanya dengan ibadah-ibadah serta bertaqwa memasukan manusia dalam penjagaan dan perlindungan Allah serta membangkitkan harapan memperoleh ampunan Allah dan masuk surga. Semua ini dapat menghapus kegelisahan yang timbul dari perasaan berdosa, dan memberikan perasaan tenang dan damai.
Terapi Melalui Solat menurut hadis
Sholat memiliki pengaruh besar dan efektif dalam menyembuhkan manusia dari dukacita dan gelisah. Sikap berdiri pada waktu solat di hadapan tuhannya dalam keadaan khusyuk, berserah diri dan mengosongkan diri dari kesibukan dan permasalahan hidup dapat menimbulan perasaan tenang, damai dalam jiwa manusia serta dapat mengatasi rasa gelisah dan ketegangan yang ditimbulkan oleh ketenangan jiwa dan masalah kehidupan.
Sholat sebagai hubungan manusia dengan tuhannya, memberikan energi ruhani dan juga dapat menyembuhkan penyakit fisik. Abu Hurairah berkata bahwa dia pernah mengeluh sakit perut, lalu Nabi Saw. Menoleh kepadaku dan bersabda: “Kau sakit perut? “ Jawab Abu Hurairah: “Betul ya rosulullah.”Beliau bersabda: “Bangkit dan sholatlah karena sesungguh nya sholat itu obat penyembuh.” (HR Ibnu majah).
Terapi Melalui Puasa menurut hadis
Puasa merupakan terapi yang efektif dalam mengatasi kegelisahan melalui janji surga sebagai balasan bagi mereka yang berpuasa. Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa puasa romadon dengan iman dan penuh harap (akan pahalanya), makadosa-dosa nya yang terdahulu akan di ampuni.”( HR Bukhari dan Muslim).
Terapi Melalui Haji menurut hadis
Haji mengajarkan manusia untuk mampu menanggung kesulitan dan melatih nya berjihat melawan hawa nafsu dan mengontrol syahwatnya. Karna orang yang melakukan haji tidak boleh berhubungan seks, tidak bermusuhan, tidak mencaci. Haji juga menyembuhkan penyakit takabur, ujub, dan tinggi hati.karna semua manusia dalam haji adalah sama. Mereka memakai pakaian yang sama sehingga tidak ada perbedaan antara si kaya dan si miskin, majikan dan pelayannya. Mereka semua diikat oleh tali persamaan dan mereka semu berdiri di hadapan Baitullah dengan khusyuk, merendahkan diri, mengakui kelemahan diri, menyembah dan mengharap ampunan-nya. Rasululllah Saw bersabda: “Umrah ke umrah berikutnya merupakan kifarat (penebus dosa) yang terjadi di antara keduanya. Sementara haji yang mabrur itu tidak ada balasannya melainkan surga.”(HRAl-syehani tirmizi dan Al-Nasai)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Psikoterapi islam merupakan salah satu media yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan mental, psikoterapi islam menggunakan pendekatan yang bersifat ketuhanan yang berpedoman pada Al-Qur’an dan sunnah, metode ini bisa digunakan oleh semua orang baik muslim maupun non muslim. Era globalisasi menuntut para praktisi untuk terus mengembangakn metode yang lebih bisa diterima oleh masyarakat.
Daftar pustaka
Adz-Dzakiey, Hamdani Bakran. 2001. Konseling dan Psikoterapi Islam. Yogyakarta: FajarPustaka Baru
Djamaludin Ancok dan Fuad Nashori (2008). Psikologi Islami : Solusi Islam Atas Problem– Problem Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Hawari, Dadang. AL Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa. Yogyakarta
M. Hamdani Bakran Adz-Djaky, konseling dan psikoterapi islam (penerapan metode sufistik), (fajar pustaka baru, Yogyakarta 2002). Fuad Anshori, aplikasi psikologi islam, (fakultas psikologi, Yogyakarta 2000).
Komentar
Posting Komentar